Awal Desember, saya terbang ke Bengkulu menggunakan citilynk. Pada saat pesawat landing di Bandara Fatmawati, setelah para penumpang akan turun, saya mendengar Pramugari mengucapkan terima kasih yang kami telah menggunakan pesawat yang di-awakinya. Yang membuat saya terkejut adalah ketika si Pramugari dalam mengucapkan salam perpisahan dengan menyisipkan pantun di antara sederetan kata-katanya.
Kembali ke Jakarta, saya menggunakan perusahaan penerbangan lain. Ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, rupanya tidak sama dengan Citilynk. Tidak terdengar pantun diantara sederetan kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Pramugari yang mengawaki pesawat tersebut.
Demikian pengalamanku dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Bengkulu dan dari Bengkulu-Jakarta.