Selasa, 30 Desember 2014

PRAMUGARI BERPANTUN

Awal Desember, saya terbang ke Bengkulu menggunakan citilynk. Pada saat pesawat landing di Bandara Fatmawati, setelah para penumpang akan turun, saya mendengar Pramugari mengucapkan terima kasih yang kami telah menggunakan pesawat yang di-awakinya. Yang membuat saya terkejut adalah ketika si Pramugari dalam mengucapkan salam perpisahan dengan menyisipkan pantun di antara sederetan kata-katanya.

Kembali ke Jakarta, saya menggunakan perusahaan penerbangan lain. Ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, rupanya tidak sama dengan Citilynk. Tidak terdengar pantun diantara sederetan kata-kata perpisahan yang diucapkan oleh Pramugari yang mengawaki pesawat tersebut.

Demikian pengalamanku dalam perjalanan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta ke Bengkulu dan dari Bengkulu-Jakarta.
 

Senin, 24 November 2014

APA ITU PANTUN?

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (empat baris), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Smpiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakar pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Peran pantun dalam kehidupan.
Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan bermain-main dengan kata-kata.

Namun demikian, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Minggu, 23 November 2014

PANTUN LUCU

Pantun Lucu

Burung  camar makan tomat
Habis makan terbang ke sawah
Kalau kabar kalian sehat
Ane ucapin Ahamdu lillah

Burung camar di atas bukit
Lagi makan buah labuh
Denger kabar ente lagi sakit
Ane doain semoga lekas sembuh

Seoranfanak bernyanyi ria
Sambil bernyanyi menari pula
Siapa yang tidak akan tertawa
Disangka waras ternyata gila

Beribu-ribu  pedagang rempeyek
Hanya satu pedagang sekuteng
Beribu-ribu orang yang jelek
Hanya ente yang keliatan ganteng

Jalan-jalan ke tanah abang
Beli sendal buatan jepang
Ane salut cewe sekarang
Pulang begadang jalannye ngegang

Jinak-jinak burung merpati

Lebih jinak burung lelaki
Burung merpati dipegang lari
Burung lelaki dipegang berdiri

Rabu, 19 November 2014

OLAH ROHANI

Berapa jam seharikah anda bekerja? Umumnya sekitar 8 jam bukan? Apabila anda bukan pemilik usaha, apabila anda adalah  karyawan biasa, dapatkah anda bekerja 2 jam sehari saja? Tidak. Ada banyak pekerjaaan yang harus anda lakukan, dan apabila anda hanya datang 2 jam sehari ke kantor anda, anda akan dipecat oleh atasan anda. Anda harus bekerja 8 jam sehari karena pekerjaan adalah sesuatu hal yang penting bagi anda.
Berapa jam seharikah anda meluangkan waktu untuk kebutuhan spiritual anda secara rutin? Banyak di antara anda mungkin hanya meluangkan waktu 1-2 kali dalam seminggu pun sudah merupakan awal yang baik. Tetapi, janganlah mengharapkan keajaiban. Janganlah mengharapkan hasil yang telalu luar biasa dari investasi waktu yang hanya 1-2 kali semunggu itu.
Memang anda haruslah menghadapi hidup ini, menjalankan peran anda sebagai manusia dan tidak hanya duduk melakukan berbagai olah-rohani. Tetapi, apabila anda ingin mencapai hasil yang terbaik, cukup wajarlah apabila anda menyediakan waktu untuk latihan rutin setiap hari.
Sediakan ruang dan waktu yang kurang lebih tetap untuk menghenilngkan diri dan membuka diri di hadirat Allah, dan lihatlah betapa cara pandang dan hidup ini akan menampilkan kekayaan yang tak terperikan yang akan anda sambut dengan penuh syukur dan terima kasih. Dan anda sendiri menjadi bekah bagi orang-orang di sekitar anda.( Dikutip dari buku KESADARAN JIWA buah karya Bpk. Irmansyah Effendi, MSc)

Selasa, 18 November 2014

Belajar Membuat Pantun

C
Cara membuat pantun dengan mudah.
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama. Seperti puisi-puisi lainnya, pantun memiliki keindahan untuk didengarkan. Tentunya bukan hanya sekedar indah. Dibalik keindahannya terdapat pesan penting yang akan disampaikan kepada pendengar/pembaca. Dalam membuat pantun perlu memperhatikan beberapa syarat pantun.
Syarat-syarat pantun yaitu:
1. Dalam satu bait terdiri dari empat baris
2. Dua baris pertama berupa sampiran
3. Dua baris terakhir berupa isi
4. Jumlah suku kata tiap baris antara 8-12 suku kata
5. Bersajak AB-AB

Dari syarat-syarat tersebut kita memulai membuat pantun dari mana dulu? Dari mana saja tentu boleh, tetapi lebih mudah membuat pantun dari isi, yaitu dari baris ketiga dan keempat. Coba perhatikan penjelasan berikut.

Pertama, pikirkan sesuatu yang akan kamu pesankan/amanatkan. Nah, disini kamu bisa berpikir kira-kira pesan apa yang akan kamu sampaikan? Bisa tentang rajin belajar agar pintar, menjaga kebersihan agar sehat, rajin beribadah agar selalmat kelak di akhirat, dan sebagainya.

Saya akang an mengambil contoh pesan menjaga kebersihan agar hidup sehat. Sekarang coba pikirkan kira-kira pesan apa yang dapat kamu sampaikan? Misalnya seperti ini, "jagalah kebersihan lingkungan agar hidup selalu sehat". Dari pesan tersebut bisa kita jadikan menjadi dua baris terakhir dalam pantun menjadi:
---------------------------------(baris l)
---------------------------------(baris ll)
Jagalah kebersihan lingkungan     (baris lll)
Agar hidup selalu sehat               (baris lV)

Kedua, perhatikan bunyi akhir kedua baris tersebut.
Bunyi akhir baris ketiga adalah "an" dan baris keempat "at". Selanjutnya, carilah kata-kata yang bunyi akhirnya sama dengan akhir bunyi baris ketiga dan keempat tersebut. Saya ambil contoh kata yang bunyi akhirnya "an" adalah hewan dan kata yang bunyi akhirnya "at" adalah rahmat. Lalu buatlah kata-kata tersebut menjadi kalimat, yaitu untuk mengisi baris pertama dan kedua. Contoh kalimat menggunakan kata hewan : Jalan-jalan kepasar hewan
contoh kalimat menggunakan kata Rahmat : Jangan lupa mengajak Rahmat

Nah, sekarang semua kalimat sudah jadi. Langkah terakhir tinggal menggabungkannya ke baris pertama dan kedua menjadi:

Jalan-jalan ke pasar  hewan
Jangan lupa mengajak Rahmat
Jagalah kebersihan lingkungan
agar hidup selalu sehat

Nah, sekarang pantun sudah jadi. Untuk memastikan apakah syarat-syaratnya sudah terpenuhi bisa dicek dengan menghitun suku katanya. Gimana, mudah bukan?