Selasa, 18 November 2014

Belajar Membuat Pantun

C
Cara membuat pantun dengan mudah.
Pantun adalah salah satu jenis puisi lama. Seperti puisi-puisi lainnya, pantun memiliki keindahan untuk didengarkan. Tentunya bukan hanya sekedar indah. Dibalik keindahannya terdapat pesan penting yang akan disampaikan kepada pendengar/pembaca. Dalam membuat pantun perlu memperhatikan beberapa syarat pantun.
Syarat-syarat pantun yaitu:
1. Dalam satu bait terdiri dari empat baris
2. Dua baris pertama berupa sampiran
3. Dua baris terakhir berupa isi
4. Jumlah suku kata tiap baris antara 8-12 suku kata
5. Bersajak AB-AB

Dari syarat-syarat tersebut kita memulai membuat pantun dari mana dulu? Dari mana saja tentu boleh, tetapi lebih mudah membuat pantun dari isi, yaitu dari baris ketiga dan keempat. Coba perhatikan penjelasan berikut.

Pertama, pikirkan sesuatu yang akan kamu pesankan/amanatkan. Nah, disini kamu bisa berpikir kira-kira pesan apa yang akan kamu sampaikan? Bisa tentang rajin belajar agar pintar, menjaga kebersihan agar sehat, rajin beribadah agar selalmat kelak di akhirat, dan sebagainya.

Saya akang an mengambil contoh pesan menjaga kebersihan agar hidup sehat. Sekarang coba pikirkan kira-kira pesan apa yang dapat kamu sampaikan? Misalnya seperti ini, "jagalah kebersihan lingkungan agar hidup selalu sehat". Dari pesan tersebut bisa kita jadikan menjadi dua baris terakhir dalam pantun menjadi:
---------------------------------(baris l)
---------------------------------(baris ll)
Jagalah kebersihan lingkungan     (baris lll)
Agar hidup selalu sehat               (baris lV)

Kedua, perhatikan bunyi akhir kedua baris tersebut.
Bunyi akhir baris ketiga adalah "an" dan baris keempat "at". Selanjutnya, carilah kata-kata yang bunyi akhirnya sama dengan akhir bunyi baris ketiga dan keempat tersebut. Saya ambil contoh kata yang bunyi akhirnya "an" adalah hewan dan kata yang bunyi akhirnya "at" adalah rahmat. Lalu buatlah kata-kata tersebut menjadi kalimat, yaitu untuk mengisi baris pertama dan kedua. Contoh kalimat menggunakan kata hewan : Jalan-jalan kepasar hewan
contoh kalimat menggunakan kata Rahmat : Jangan lupa mengajak Rahmat

Nah, sekarang semua kalimat sudah jadi. Langkah terakhir tinggal menggabungkannya ke baris pertama dan kedua menjadi:

Jalan-jalan ke pasar  hewan
Jangan lupa mengajak Rahmat
Jagalah kebersihan lingkungan
agar hidup selalu sehat

Nah, sekarang pantun sudah jadi. Untuk memastikan apakah syarat-syaratnya sudah terpenuhi bisa dicek dengan menghitun suku katanya. Gimana, mudah bukan?

1 komentar:

  1. Ucapan terima kasih dan maaf kepada SDR. YUSUF EFENDI. Ini sekedar sharing sekaligus untuk belajar menulis menggunakan tulisan anda.

    BalasHapus